Welcome to my blog, Thanks for your visit, Don't forget klik JOIN THIS SITE and LIKE my fans page, Kami butuh komentar anda!

Wednesday, 1 May 2013

Al-Akhlaqul Karimah


Berbuat Baik Terhadap Tetangga
Kita wajib berbuat baik terhadap tetangga, baik tetangga yang muslim maupun yang non muslim.
Berbuat baik terhadap tetangga meliputi : tolong-menolong dalam hal kebaikan, saling menjaga keamanannya, tidak mengganggu maupun berbuat jahat kepada mereka. Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW berikut ini :
وَ اعْبُدُوا اللهَ وَ لاَ تُشْرِكُوْا بِه شَيْئًا وَّ بِاْلوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّ بِذِى اْلقُرْبى وَ اْليَتمى وَ اْلمَسكِيْنِ وَ اْلجَارِ ذِى اْلقُرْبى وَ اْلجَارِ اْلجُنُبِ وَ الصَّاحِبِ بِاْلجَنْبِ وَ ابْنِ السَّبِيْلِ وَ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالاً فَخُوْرًا. النساء:36
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu-pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri [QS. An-Nisaa' : 36]
وَ تَعَاوَنُوْا عَلَى اْلبِرّ وَ التَّقْوى وَ لاَ تَعَاوَنُوْا عَلَى اْلاِثْمِ وَ اْلعُدْوَانِ، وَ اتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ شَدِيْدُ اْلعِقَابِ. المائدة:2
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [QS. Al-Maidah : 2]
وَ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّ اِثْمًا مُّبِيْنًا. الاحزاب:58
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. [QS. Al-Ahzab : 58]
عَنْ اَبِى شُرَيْحٍ اْلخُزَعِيِّ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُحْسِنْ اِلَى جَارِهِ، وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ لِيَسْكُتْ. مسلم
Dari Abu Syuraih Al-Khuza'i RA bahwasanya Nabi SAW telah bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam". [HR. Muslim]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ لِيَسْكُتْ. متفق عليه
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam". [HR. Muttafaq 'alaih]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَ عَائِشَةَ رض قَالاَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِى بِاْلجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ اَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ. متفق عليه
Dari Ibnu 'Umar dan 'Aisyah RA, keduanya berkata : Rasulullah SAW telah bersabda, "Jibril senantiasa berpesan kepadaku tentang tetangga, sehingga aku menyangka bahwasanya tetangga itu akan mewarisinya". [HR. Muttafaq 'alaih]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: وَ اللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَ اللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَ اللهِ لاَ يُؤْمِنُ. قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ اَلَّذِيْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. متفق عليه. و فى رواية لمسلم: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ.
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi SAW telah bersabda, "Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman", Ditanyakan (kepada beliau), "Siapa dia, ya Rasulullah ?". Beliau bersabda, "Orang yang tetangganya tidak aman dari keburukan-keburukannya". [HR. Muttafaq 'alaih]. Dalam riwayat Muslim, "Tidaklah masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukan-keburukannya".
اَلْجَارُ اَحَقُّ بِشُفْعَتِهِ. البخارى و مسلم
Tetangga itu lebih berhaq dalam pertolongannya. [HR. Bukhari dan Muslim]
مَنْ اَحَبَّ اَنْ يُحِبَّهُ اللهُ وَ رَسُوْلُهُ فَلْيَصْدُقِ اْلحَدِيْثَ وَ لْيُؤَدِّ اْلاَمَانَةَ وَ لاَ يُؤْذِ جَارَهُ. البيهقى
Barangsiapa yang senang untuk dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka hendaklah dia berkata jujur, menetapi amanah dan jangan menyakiti tetangganya. [HR. Baihaqi]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ آذَى جَارَهُ فَقَدْ آذَانِى وَمَنْ آذَانِى فَقَدْ آذَى اللهَ، وَ مَنْ حَارَبَ جَارَهُ فَقَدْ حَارَبَنِى وَ مَنْ حَارَبَنِى فَقَدْ حَارَبَ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ. ابن حبان
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menyakiti tetangga berarti ia telah menyakitiku, dan barangsiapa yang menyakitiku berarti ia menyakiti Allah, dan barangsiapa yang memusuhi tetangganya berarti ia memusuhi aku, dan barangsiapa yang memusuhi aku berarti ia memusuhi Allah 'Azza wa Jalla". [HR. Ibnu Hibban]
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيِّ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: لاَ تُصَاحِبْ اِلاَّ مُؤْمِنًا، وَ لاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ اِلاَّ تَقِيٌّ. ابو داود و الترمذى
Dari Abu Sa'id Al-Khudriy RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang yang beriman, dan janganlah makan makananmu kecuali orang yang bertaqwa". [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi]
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنَّ لِى جَارَيْنِ، فَإِلَى اَيِّهِمَا اُهْدِى؟ قَالَ: اِلَى اَقْرَبِهِمَا مِنْكِ بَابًا. البخارى
Dari 'Aisyah RA ia berkata : Saya bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mempunyai dua orang tetangga, maka yang manakah yang harus saya hadiahi ?". Rasulullah SAW bersabda, "Kepada yang pintunya lebih dekat darimu". [HR. Bukhari]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: خَيْرُ اْلاَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَ خَيْرُ اْلجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ. الترمذى و ابن خزيمة و ابن حبان و الحاكم
Dari Abdullah bin 'Amr RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik teman menurut Allah adalah yang paling baik diantara mereka terhadap temannya, dan sebaik-baik tetangga menurut Allah adalah yang paling baik diantara mereka terhadap tetangganya". [HR. Tirmidzi, Ibnu Khuzaiman, Ibnu Hibban dan Hakim]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض اَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَيْسَ اْلمُؤْمِنُ الَّذِى يَشْبَعُ وَ جَارُهُ جَائِعٌ. الطبرانى و ابو يعلى
Dari Ibnu 'Abbas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Bukanlah orang mukmin orang yang dirinya kenyang sedang tetangganya lapar". [HR. Thabrani dan Abu Ya'la]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا آمَنَ بِى مَنْ بَاتَ شَبْعَانًا وَ جَارُهُ جَائِعٌ اِلَى جَنْبِهِ وَ هُوَ يَعْلَمُ. الطبرانى و البزار
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : "Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah beriman kepadaku orang yang bermalam dalam keadaan kenyang sedang tetangganya lapar, dan ia mengetahui". [HR. Thabrani dan Al-Bazzar]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اْلمُؤْمِنُ مَنْ اَمِنَهُ النَّاسُ، وَ اْلمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ اْلمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَ يَدِهِ، وَ اْلمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ السُّوْءَ. وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ عَبْدٌ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. احمد و ابو يعلى و البزار
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Orang mukmin itu ialah orang yangmana orang lain merasa aman dari gangguannya. Orang Islam itu ialah orang yangmana orang Islam lainnya selamat dari lesan dan tangannya. Orang yang berhijrah itu ialah orang yang meninggalkan kejahatan. Demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya". [HR. Ahmad, Abu Ya'la dan Al-Bazzar]
عَنْ سَعْدِ بْنِ اَبِى وَقَّاصٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ، اْلمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَ اْلمَسْكَنُ اْلوَاسِعُ وَ اْلجَارُ الصَّالِحُ وَ اْلمَرْكَبُ اْلهَنِيْءُ. وَ اَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ، اْلجَارُ السَّوْءُ وَ اْلمَرْأَةُ السَّوْءُ وَ اْلمَرْكَبُ السَّوْءُ وَ اْلمَسْكَنُ الضَّيِّقُ. ابن حبان
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Ada empat perkara termasuk kebahagiaan seseorang : 1. istri yang shalihah, 2. tempat tinggal yang luas, 3. tetangga yang baik, dan 4. kendaraan yang baik. Dan ada empat perkara termasuk kecelakaan seseorang : 1. tetangga yang jahat, 2. istri yang jahat, 3. kendaraan yang jelek, dan 4. tempat tinggal yang sempit". [HR. Ibnu Hibban]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَيَدْفَعُ بِاْلمُسْلِمِ الصَّالِحِ عَنْ مِائَةِ اَهْلِ بَيْتٍ مِنْ جِيْرَانِهِ اْلبَلاَءَ ثُمَّ قَرَأَ: وَ لَوْلاَ دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضِ لَّفَسَدَتِ اْلاَرْضُ... . الطبرانى
Dari Ibnu 'Umar RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla dengan lantaran seorang Islam yang shalih menolak bencana bagi seratus keluarga tetangganya. Kemudian beliau membaca ayat (yang artinya : Seandainya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia terhadap sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini .... Al-Baqarah  251). [HR. Thabrani]
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَنْ اَغْلَقَ بَابَهُ دُوْنَ جَارِهِ مَخَافَةً عَلَى اَهْلِهِ وَ مَالِهِ فَلَيْسَ ذلِكَ بِمُؤْمِنٍ، وَ لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ مَنْ لَمْ يَأْمَنْ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. اَتَدْرِى مَا حَقُّ اْلجَارِ؟ اِذَا اسْتَعَانَكَ اَعَنْتَهُ، وَ اِذَا اسْتَقْرَضَكَ اَقْرَضْتَهُ. وَ اِذَا افْتَقَرَ عُدْتَ عَلْيِهِ، وَ اِذَا مَرِضَ عُدْتَهُ، وَ اِذَا اَصَابَهُ خَيْرٌ هَنَّأْتَهُ، وَ اِذَا اَصَابَتْهُ مُصِيْبَةٌ عَزَّيْتَهُ، وَ اِذَا مَاتَ اِتَّبَعْتَ جَنَازَتَهُ، وَ لاَ تَسْتَطِيْلُ عَلَيْهِ بِاْلبُنْيَانِ فَتَحْجُبَ عَنْهُ الرِّيْحَ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، وَ لاَ تُؤْذِهِ بِقُتَارِ رِيْحِ قِدْرِكَ اِلاَّ اَنْ تَغْرِفَ لَهُ مِنْهَا، وَ اِنِ اشْتَرَيْتَ فَاكِهَةً فَاَهْدِ لَهُ فَاِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَاَدْخِلْهَا سِرًّا وَ لاَ يَخْرُجْ بِهَا وَلَدُكَ لِيَغِيْظَ بِهَا وَلَدَهُ. الخرائطى
Dari 'Amr bin Syu'aib, dari bapaknya dari kakeknya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa yang menutup pintu terhadap tetangganya karena takut akan keluarga dan berkurang hartanya, maka dia bukan orang yang beriman. Dan tidaklah beriman orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya. Taukah kamu apa hak tetangga iru ?. (Hak tetangga adalah) apabila dia minta tolong kepadamu, kamu menolongnya. Apabila dia pinjam kepadamu, kamu meminjaminya. Apabila dia membutuhkan sesuatu, kamu memberinya. Apabila dia sakit, kamu menjenguknya. Apabila dia mendapat kebaikan, kamu mengucapkan selamat kepadanya. Dan apabila dia tertimpa mushibah, kamu turut berduka cita. Apabila dia meninggal, kamu mengantarkan jenazahnya. Janganlah kamu membangun rumah yang tinggi hingga menghalangi peredaran udara rumahnya kecuali seizinnya. Dan janganlah kamu mengganggunya dengan bau masakanmu, kecuali kamu memberinya. Dan jika kamu membeli buah-buahan, berilah hadiah kepadanya. Dan jika kamu tidak memberinya, maka masukkanlah buah-buahan itu secara diam-diam. Dan jangan sampai anakmu keluar dengan buah-buahan itu yang menyebabkan tetanggamu marah kepada anaknya lantaran buah-buahan yang dibawa anakmu. [HR. Kharaithi]
عَنْ مُجَاهِدٍ اَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ رض ذُبِحَتْ لَهُ شَاةٌ فِى اَهْلِهِ فَلَمَّا جَاءَ قَالَ: اَهْدَيْتُمْ لِجَارِنَا اْليَهُوْدِيِّ؟ اَهْدَيْتُمْ لِجَارِنَا اْليَهُوْدِيِّ؟ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِى بِاْلجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ اَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ. ابو داود و الترمذى
Dari Mujahid, ia berkata : Sesungguhnya 'Abdullah bin 'Umar RA pernah keluarganya menyembelih kambing. Maka setelah 'Abdullah bin 'Umar datang, ia bertanya kepada keluarganya : Apakah sudah kamu beri tetangga kita orang Yahudi itu ?. Apakah sudah kamu beri tetangga kita orang Yahudi itu ?. Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Malaikat Jibril selalu mewashiyatkan kepadaku tentang tetangga, sehingga aku menyangka bahwasanya tetangga itu akan mewarisinya". [HR. Abu Dawud dan Tirmdizi]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا نِسَاءَ اْلمُسْلِمَاتِ، لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ. متفق عليه
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Wahai wanita muslimat, janganlah seorang tetangga meremehkan terhadap tetangga lainnya meskipun dengan pemberian senilai kaki kambing". [HR. Muttafaq 'alaih]
كَانَ النَّبِيُّ ص يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوْءِ فِى دَارِ اْلمُقَامَةِ فَاِنَّ جَارَ اْلبَادِيَةِ يَتَحَوَّلُ. ابن حبان
Nabi SAW senantiasa berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di kampung tempat tinggal kami, karena sesungguhnya tetangga kelana itu berpindah-pindah". [HR. Ibnu Hibban]

~oO[ A ]Oo~
Read More..

Tarikh Nabi Muhammad SAW (ke-55)



3. Para Ketua Yahudi Hendak Memperdayakan Nabi SAW.
Para ketua dan pemimpin kaum Yahudi di Madinah, dikala itu bukan saja berusaha hendak memecah belah dan memperdayakan kaum muslimin supaya meninggalkan Islam, tetapi mereka juga memperdaya Nabi SAW.
Diriwayatkan, bahwa sebagian dari ketua-ketua dan pemimpin-pemimpin Yahudi, antara lain Ka'ab bin Asad, Ibnu Shaluba, Abdullah bin Shuriya, dan Sya's bin Qais mengadakan musyawarah untuk memperdayakan Nabi SAW. Dalam permusyawaratan itu mereka memutuskan akan pergi bersama-sama kepada Nabi SAW. Kata mereka :
اِذْهَبُوْا بِنَا اِلَى مُحَمَّدٍ لَعَلَّنَا نَفْتِنُهُ عَنْ دِيْنِهِ فَاِنَّمَا هُوَ بَشَرٌ.
Marilah kita pergi bersama-sama kepada Muhammad, barangkali kita dapat memperdayakannya dari agamanya, karena ia juga seorang manusia biasa.
Kemudian pada waktu yang telah ditentukan, mereka berangkat bersama-sama untuk menjumpai Nabi SAW. Setelah mereka ada di hadapan beliau, lalu berkata :
يَا مُحَمَّدُ، اِنَّكَ قَدْ عَرَفْتَ اَنَّا اَحْبَارُ يَهُوْدَ وَ اَشْرَافُهُمْ وَ سَادَتُهُمْ، وَ اَنَّا اِنِ اتَّبَعْنَاكَ اِتَّبَعَتْكَ يَهُوْدُ وَ لَمْ يُخَالِفُوْنَا، وَ اَنَّ بَيْنَنَا وَ بَيْنَ بَعْضِ قَوْمِنَا حُصُوْمَةً اَفَنُحَاكِمُهُمْ اِلَيْكَ فَتَقْضِى لَنَا عَلَيْهِمْ، وَ نُؤْمِنُ بِكَ وَ نُصَدِّقُكَ.
"Ya Muhammad, sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa kami adalah pendeta-pendeta dan bangsawan-bangsawan dan pemimpin-pemimpin kaum Yahudi. Jika kami mengikuti kamu, tentu orang-orang Yahudi pun akan mengikuti kamu, dan mereka tidak akan berani menyalahi kami. Sesungguhnya diantara kami dan kaum kami sedang ada perselisihan. Dan kami akan menyerahkan urusan itu kepadamu, lalu kamulah yang memutuskan urusan itu kepada kami. Tetapi kami meminta supaya kamu memenangkan kami, dan jika kamu mau tentu kami akan percaya kepadamu dan membenarkanmu".
Demikianlah perkataan mereka kepada Nabi SAW. Tetapi beliau di kala itu menolak permintaan mereka itu, karena beliau mengerti bahwa tawaran mereka yang demikian itu hanya tipu daya saja, satu tawaran yang sengaja dibuat untuk memperdaya beliau, agar meninggalkan hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah kepada beliau. Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW :
وَ اَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللهُ وَ لاَ تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ اَنْ يَفْتِنُوْكَ عَنْ بَعْضِ مَآ اَنْزَلَ اللهُ اِلَيْكَ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ اَنْ يُصِيْبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوْبِهِمْ، وَ اِنَّ كَثِيْرًا مّنَ النَّاسِ لَفسِقُوْنَ. اَفَحُكْمَ اْلجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَ، وَ مَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ. المائدة:49-50
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasiq. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yaqin ?. [QS. Al-Maidah : 49-50]
Dengan firman Allah tersebut, putuslah harapan para ketua dan pemuka kaum Yahudi untuk memperdayakan dan membelokkan Nabi SAW dari hukum-hukum Allah yang diturunkan kepada beliau.
4. Sebagian dari Ketua Yahudi Hendak Membinasakan Nabi SAW
Diriwayatkan, bahwa pada suatu waktu salah seorang shahabat Nabi SAW bernama 'Amr bin Umayyah Adl-Dlamriy membunuh doa orang Yahudi dari Banu Sulaim, dengan tidak disengaja. 'Amr membunuh dua orang tadi di tengah jalan, dan dia tidak mengetahui bahwa kedua orang itu dari kaum Yahudi yang dikala itu masih ada ikatan perjanjian keamanan dari Nabi SAW. Kemudian golongan orang Yahudi yang terbunuh itu mengadukan peristiwa tersebut kepada Nabi SAW dan mengajukan permintaan diyatnya (tebusannya).
Oleh karena Nabi SAW pernah mengadakan perjanjian pershahabatan dan perdamaian dengan kaum Yahudi, yang antara lain harus tolong-menolong atau bantu-membantu dalam kesusahan dan kesulitan, maka beliaupun pergi ke kampung Yahudi Banu Nadlir. Kepergian beliau diantar oleh sebagian para shahabatnya, antara lain Abu Bakar, 'Umar, 'Utsman dan 'Ali, dan kepergian beliau itu untuk meminta bantuan guna membayar diyat orang yang terbunuh tersebut, sebagaimana bunyi perjanjian mereka.
Ketika Nabi SAW menemui sebagian dari ketua-ketua kaum Yahudi Banu Nadlir dan menyatakan tujuan kedatangan beliau kepada mereka, maka mereka itupun menunjukkan kebaikan dan keramahannya, dan menyatakan persetujuannya, yang seolah-olah mereka bersedia dan suka membantu kepada Nabi SAW. Maka Nabi SAW dipersilakan duduk untuk menunggu mereka, karena mereka mengatakan akan mengumpulkan bantuan itu.
Dalam satu riwayat dikatakan bahwa diantara mereka ada yang mengatakan, "Bahkan ya Abal Qasim, sudah lama kita tidak bertemu dan baru sekarang ini engkau datang meminta pertolongan kepada kami. Duduklah engkau sejenak, karena kami ingin menjamu engkau terlebih dulu, dan sehabis makan nanti kami akan memberikan pertolongan dan permintaanmu".
Tetapi mereka berlaku yang demikian itu dengan mengandung maksud tertentu, yaitu mencari kesempatan untuk membinasakan beliau.
Huyaiyyi bin Akhthab, seorang ketua Yahudi Banu Nadlir yang terkenal amat memusuhi Nabi SAW ketika itu telah berkata kepada beberapa orang dari kaumnya, bahwa mereka supaya mengambil batu besar dan supaya dijatuhkan dari atas tepat mengenai kepala Nabi SAW yang sedang duduk. Maka Nabi SAW ketika itu dipersilakan duduk dan dijamu sambil diajak bicara bermacam-macam soal. Mereka melakukan demikian itu sebagai tipu muslihat supaya mereka sempat mengambil dan mengangkat sebuah batu besar ke atas rumah.
Tetapi maksud mereka yang sejahat itu diketahui oleh Allah, maka Allah memberitahu kepada Nabi SAW sebelum mereka sempat melakukan kehendaknya yang sangat jahat itu. Dan Nabi SAW seketika itu keluar dan meninggalkan tempat itu dengan tidak berkata sepatah katapun kepada mereka, dan pulang dengan diikuti oleh para shahabat yang mengantar beliau.
Dengan demikian, maka maksud mereka yang sejahat itu telah gagal.
Sehubungan dengan peristiwa tersebut Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ اِذْ هَمَّ قَوْمٌ اَنْ يَبْسُطُوْا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَ اتَّقُوا اللهَ، وَ عَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ اْلمُؤْمِنُوْنَ. المائدة:11
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, diwaktu suatu kaum bermaksud memggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertaqwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal. [Al-Maidah : 11]
5.  Sikap Kaum Yahudi dalam Menyembunyikan Kebenaran.
Diriwayatkan, bahwa Mu'adz bin Jabal, Sa'ad bin Mu'adz dan Kharijah bin Zaid pernah bertanya kepada segolongan pendeta-pendeta Yahudi tentang sebagian apa yang terkandung dalam Taurat, tetapi mereka menyembunyikannya dan enggan memberitahukannya kepada para shahabat Nabi itu.
Memang para ketua Yahudi pada umumnya telah mengingkari tentang keadaan Nabi-nabi mereka yang mengkhabarkan dan menggembirakan akan datangnya Nabi Muhammad SAW dan kerasulannya. Mereka biasa mengatakan bahwa nabi-nabi mereka ada mengkhabarkan sebagiannya akan kedatangan sebagian yang lain, sedang dalam urusan itu mereka tidak pernah memberikan khabar, bahwa akan ada seorang Nabi yang akan diutus dari golongan bangsa Arab, dari keturunan Isma'il. Maka sehubungan dengan sikap pendeta Yahudi itu, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW :
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ اْلبَيّنَاتِ وَ اْلهُدى مِنْ بَعْدِ مَا بَيّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِى اْلكِتبِ، اُولئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَ يَلْعَنُهُمُ اللّعِنُوْنَ. البقرة:159
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yangjelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluq) yang dapat melaknati. [QS. Al-Baqarah : 159]
Dan diriwayatkan pula, bahwa para ketua dan para ulama kaum Yahudi pada umumnya pada waktu itu biasa mendapat hadiah atau pemberian yang berupa bahan makanan dan sebagainya dari kaum pengikut mereka, dan selama itu pula mereka senantiasa mengharap-harap agar supaya lekas dibangkitkan seorang Nabi akhir zaman. Dalam sangkaan mereka dikala itu bahwa Nabi akhir zaman yang akan dibangkitkan itu adalah dari keturunan Israil juga, karena begitulah kebiasaan dari kebanyakan para Nabi. Maka tatkala Nabi Muhammad SAW telah dibangkitkan, yangmana beliau bukan dari keturunan Israil sebagaimana yang telah lama mereka sangka, maka mereka khawatir akan kehilangan hadiah atau pemberian yang biasa diterima dari para pengikut mereka, dan takut pula akan kemerosotan kedudukan mereka selaku ketua dan ulama Yahudi yang telah biasa dihormati oleh kebanyakan orang yang ada di dalam lingkungan masyarakat mereka. Oleh sebab itu dan lain-lain sebab lagi, maka mereka berani menyembunyikan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dan keterangan-keterangan akan datangnya beliau itu.
Sehubungan dengan adanya peristiwa yang sedemikian itu, Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi SAW :
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللهُ مِنَ اْلكِتبِ وَ يَشْتَرُوْنَ بِه ثَمَنًا قَلِيْلاً اُولئِكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلاَّ النَّارَ وَ لاَ يُكَلّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَ لاَ يُزَكّيْهِمْ وَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ. البقرة:174
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari qiyamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. [QS. Al-Baqarah : 174]
Demikianlah cara dan sikap kaum Yahudi dalam menyembunyikan kebenaran yang telah diturunkan oleh Allah kepada Nabi Musa yang sebenarnya telah mereka ketahui.
6. Penolakan Kaum Yahudi Terhadap Kenabian Nabi Muhammad SAW
Kaum Yahudi di masa sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, terutama dari mereka yang diam di kota Madinah, mereka selalu terdesak oleh kaum kafir penyembah berhala. Meskipun telah berbagai propaganda yang dipergunakan oleh mereka untuk menerangkan kepada kaum musyrikin Arab terutama yang dari golongan Aus dan Khazraj, antara lain mereka menerangkan bahwa tidak beberapa lama lagi Allah akan membangkitkan seorang utusan-Nya, namun mereka itu tetap terdesak dan dikalahkan oleh kaum Arab penyembah berhala, dan mereka selalu mendapat bantahan keras, sehingga karenanya diantara ketua-ketua dan pendeta-pendeta mereka di kala itu mengatakan bahwa seorang Nabi yang akan dibangkitkan oleh Allah itu nanti yang akan memberikan bantuan kepada kaum Yahudi untuk membasmi pemeluk agama penyembah berhala dari muka bumi ini, dan Nabi itulah kelak yang akan menguatkan agama Nabi Musa.
Maka dengan adanya peristiwa tersebut, tatkala Nabi Muhammad SAW telah dibangkitkan, banyak dari kaum Arab Aus dan Khazraj yang mengikut Islam. Tetapi kaum Yahudi pada umumnya tidak mau beriman kepada beliau, bahkan mengkafirinya. Dan dikala ada shahabat Nabi SAW memberikan peringatan dan berkata kepada mereka :
يَا مَعْشَرَ يَهُوْدَ، اِتَّقُوا اللهَ وَ اَسْلِمُوْا فَقَدْ كُنْتُمْ تَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ وَ نَحْنُ اَهْلُ شِرْكٍ، وَ تُخْبِرُوْنَنَا اَنَّهُ مَبْعُوْثٌ، وَ تَصِفُوْنَهُ لَنَا بِصِفَتِهِ.
"Wahai golongan Yahudi, takutlah kamu kepada Allah dan Islamlah kamu. Pada waktu dulu kamu mengharapkan kemenangan atas kami dengan mengharapkan kedatangan Nabi Muhammad, sedangkan pada waktu itu kami masih orang-orang musyrik. Dan kamu memberitahukan kepada kami bahwa Nabi itu akan segera dibangkitkan dan kamu juga menerangkan shifat-shifatnya kepada kami.
Sallam bin Misykam, seorang pendeta Yahudi setelah mendengar perkataan yang sedemikian itu lalu menyahut dengan congkak :
مَا جَاءَنَا بِشَيْءٍ نَعْرِفُهُ وَ مَا هُوَ بِالَّذِيْ كُنَّا نَذْكُرُهُ لَكُمْ.
Dia tidak datang dengan sifat-sifat yang kami kenal, dan bukan itu yang pernah kami sebutkan kepada kamu dahulu".
Sehubungan dengan peristiwa itu maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW :
وَ لَمَّا جَآءَهُمْ كِتبٌ مّنْ عِنْدِ اللهِ مُصَدّقٌ لّمَا مَعَهُمْ وَ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْا، فَلَمَّا جَآءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِه، فَلَعْنَةُ اللهِ عَلَى اْلكفِرِيْنَ. البقرة:89
Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah lah atas orang-orang yang ingkar itu. [QS. Al-Baqarah : 89]
Demikianlah, kaum Yahudi mengkafiri kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya telah lama merekakenal itu, lantara kedengkian mereka, atau lantaran mereka khawatir hilang pengaruh kebesaran dan kependetaan mereka dan lain sebagainya.
Read More..

Thursday, 25 April 2013

Masalah bbm tidak bisa di buka: Welcom Blackberry Messenger

Hal tersebut sering terjadi ketika kita setelah meng upgrade bbm kita keversi yang baru ataupun ke versi yang lebih tinggi. Tidak semua bbm bisa kita instal/upgrade ke posel blackberry kita. Tergantung kapasitas dan ketentuan dari os kita.
Untuk mengatasi hal tersebut kita perlu memperbarui ID BB kita,
langsung saja  ikuti langkah-langkah berikut:
1. Pilih "Options" pada menu blackberry kita,
2. Lalu pilih "Security Options",
3. Selanjutnya pilih "Security Wipe",
4. Isi kan perintah pada Enter "blackberry" to confirm devive wipe, (SEBELUMNYA SEMUA FILE DIBACKUP DULU).

Dengan cara ini maka blackberry kita akan terasa seperti baru lagi, semoga bermanfaat. :)

 
Read More..